Curhatan Rimawanto: Penerima Beasiswa Tanoto Foundation

Hi guys, kenalin gue Rimawanto Gultom, gue anak Fisika dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi. Gue mau berbagi sedikit cerita nih sama teman-teman sekalian tentang pengalaman gue saat mengikuti gathering nasional dari pihak Tanoto Foundation di Pangkalan Kerinci. Selamat membaca  🙂

Mendapatkan beasiswa adalah impian setiap orang. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri saat kita mendapatkannya. Begitu juga dengan saya saat mendapatkan beasiswa dari suatu yayasan yang didirikan oleh Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tinah Bingei Tanoto, yaitu Tanoto Foundation. Tanoto Foundation merupakan yayasan non-profit yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu studi dan riset dalam program National Champion Scholarship (NCS) dan Regional Champion Scholarship (RCS) di seluruh wilayah Indonesia.

            Setiap tahunnya Tanoto Foundation mengadakan gathering bagi Tanoto Scholar (sebutan bagi penerima beasiswa) dari seluruh Indonesia. Pangkalan kerinci, Riau adalah lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk gathering, karena didaerah inilah Bapak Sukanto Tanoto membangun suatu perusahaan RGE (Royal Golden Eagle).

            Gathering  yang diadakan oleh Tanoto Foundation bertujuan untuk memperat hubungan para Tanoto Scholar, mengenalkan perusahaan apa saja yang dikelola di Pangkalan Kerinci. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 -16 Agustus itu dihadiri oleh 266 peserta dari 23 universitas dari seluruh Indonesia. Diluar dugaan bahwa saya dapat bertemu dengan mahasiswa pilihan dari seluruh universitas yang ada di  Indonesia.

            Disana, kami juga diajak untuk mengunjungi perusahaan yang ada di Riau Complex ( daerah RGE), mulai dari bagaimana proses pengolahan dari bubur kertas, pengolahan tanaman akasia hingga menjadi pohon yang dijadikan bahan dasar pembuatan kertas, serta yang paling menarik adalah pada proses pengolahan dari awal perebusan pohon menjadi bubuk kertas hingga menjadi kertas menggunakan bahan bakar yang bersiklus yaitu limbah yang dihasilkan akan diolah kembali menjadi bahan yang dapat digunakan untuk menggerakkan mesin, mengunjungi RGE Technology Centre ( RTC), dan mengunjung Kerinci Centeal Nursery (KCN ) yang merupakan tempat pembududayaan tanaman akasia.

            Pada saat kegiatan gathering berlangsung, kami juga mendapatkan kunjungan dari Utusan Khusus Presiden untuk pengendalian iklim perubahan iklim oleh Bapak Rahmat Nadi Witoelar Kartaadipoetra ( Rahmat Witoelar). Bapak Rahmat berkunjung ke daerah RGE khususnya ke PT RAPP ( Riau Andalan Pulp and Paper), kemudian kedaerah Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang dipelopori oleh APRIL Group yang merupakan pusat konservasi dalam menjaga kelestarian hutan dengan luas daerah 70.000 hektar. Berlandaskan semboyan “ Satu hektar lahan sebagai lahan konsevasi, untuk setiap satu hektar lahan yang diigunakan sebagai lahan tanaman.” Yang secara langsung dapat dikatakan bahwa PT RAPP adalah aset pemerintah dalam menjaga keseimbangan iklim yang ada di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Bapak Rahmat Witoelar  yang menyatakan bahwa “ Tentunya kedatangan saya kemari karena ingin tahu apa yang selama ini telah dilakukan oleh RAPP. Dan apa yang telah dilakukan oleh RAPP dapat menjadi contoh oleh semua dalam pengolahan lingkungan,” pungkasnya.

Kemudian, suatu pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya pribadi bisa bertemu secara langsung dengan Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tina Bingei Tanoto, serta Abang Anderson Tanoto yang merupakan sosok yang mempunyai kepribadian yang sangat luar biasa. Kerendahan hati dan jiwa yang selalu ingin terus belajar tanpa memandang usia adalah sifat yang ingin ditanamkan pada diri mereka. Dengan segala yang ada, mereka tetap melihat kebawah dan membantu masyarakat Indonesia baik dari segi pendidikan, pemberdayaan, bahkan kesejahteraan rakyat adalah hal utama yang ditanamakan oleh Bapak Sukanto Tanoto dan Ibu Tina Bingei Tanoto unutk memajukan masyarakat Indonesia.

Dan Quote yang paling saya ingat dari perkataan Bapak Sukanto  “ If you don’t know, asked. You have to learn from mistakes and then improve”. Inilah yang selalu saya ingat dan menjadi motivasi bagi diri saya sendiri bahwa untuk menjadi sukses ‘tidak ada kata malu dan menyerah’.

eee

Terimakasih Bapak dan Ibu, saya boleh menjadi bagian keluarga besar Tanoto Foundation dan mengajarkan saya banyak hal dalam mencapai suatu tujuan hidup saya.

fisika

ini adalah web Prodi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *